rinai dan senja
~ 9 November
kisahku terbalut rianian senja yang memeluk tubuh gigil ku.
kala hati terpaku pada seseorang kemudian membeku.
kisahku dimulai dari butiran senja yang merinai. basahi langkah gontai yang menyanjung kehampaan semu.
ada secercah ketulusan yang bercecer. ada selapis harapan ternoda. ada lara duka membasuh bahagia.
kisahku membeku dalam tangisan surya sore itu. saat lembayung jingga terhijab kelabu semesta. fatamorgana melibas tawa yang tersimpan. sungai kecil mulai beranak di sudut mata mata sayu.
kisahku dan keputusan takdir belum bertemu. november dan september masih terhijab waktu dan jarak.
kisahku dan sebuah pengandaian usah terelak. abadikan saja waktu dan jarak antara kedua hari sakral itu.


0 komentar:
Posting Komentar